Media

Ruben Onsu (35) kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan kanal MOP. MOP singkatan dari Media Onsu Perkasa, yakni platform YouTube dengan beragam konten edukatif, informatif, kekinian, namun dalam kemasan ringan. MOP Channel terdiri dari beberapa subkanal antara lain Bensurvive, Bensuara, Petualang Astral, Hijrah Milenial, Santai, 1 Hari Saja, dan Cuap-cuap.  

Saat ini MOP Channel telah menjaring 60 ribu lebih akun berlangganan dan memiliki lebih dari 80 konten. Sejumlah program di MOP Channel berkonsep gelar wicara. Untuk yang satu ini, Ruben Onsu punya pesan khusus untuk para karyawannya. “Saya selalu tekankan kepada karyawan tidak boleh menyudutkan narasumber. Kita harus akui, pamor artis melejit karena media. Media punya banyak sisi baik juga,” beber Ruben Onsu seperti dilansir tabloidbintang.com di Jakarta.

Unit bisnis dari PT. Onsu Pangan Perkasa (OPP) adalah bisnis digital One Stop Entertainment & Digital Vision yang terdapat di platform YouTube. MOP memiliki pilihan sub-channel yang beragam, seperti Bensurvive, Bensuara, Petualang Astral, Hijrah Milenial, Santai, Satu Hari Saja, Bisik-Bisik Tetangga, Cuap-Cuap, Tante Traktir, Check In, dan MOP Vlog, dan lainnya.

Kini, MOP Channel yang dibangun sejak Juni 2018 sudah memiliki 1,278,767 subscriber dan terdapat kurang lebih 625 video yang sudah ditonton 144,182,694 kali. Menurut SocialBlade, per bulannya MOP Channel bisa mendapat AdSense mulai dari US$ 16,600 (Rp 233 juta) sampai US$ 265,700 (Rp 3,7 miliar).

Selain MOP, Ruben juga memiliki saluran YouTube The Onsu Family dengan 2,127,399 subscriber. Melalui Social Blade, saluran The Onsu Family bisa menghasilkan mulai dari US$ 11,800 (Rp 165 juta) sampai US$ 188,600 (lebih dari Rp 2 miliar).

Dalam saluran yang sudah memiliki 265 video tersebut, biasanya Ruben dan keluarga mengunggah video log kesehariannya. Yang paling terbaru adalah video unboxing hadiah ulang tahun Sarwendah dari suami dan anak-anaknya.

Banyak yang menduga, Ruben Onsu akan menjadikan MOP Channel sebagai batu loncatan untuk mendirikan rumah produksi lalu melahirkan sejumlah film layar lebar. Dikonformasi soal ini, Ruben Onsu membantah. Ia beralasan, “Saya tidak mau ke layar lebar karena tidak mengerti film, tidak paham bisnis film itu untungnya dari mana dan menggerakkan uangnya bagaimana. Saya, kan harus tahu berapa untung yang didapat dengan mengeluarkan uang seribu rupiah misalnya.”?